Penemuan Senjata di Sekolah, Yayasan Klaim Jarak Aman

Kuasa hukum sekolah di , Hermawanto, mengungkapkan bahwa tidak ada guru yang mengetahui tentang keberadaan api di area sekolah. Hal ini disebabkan sebagian besar pengurus yayasan merupakan pegawai baru.

Berdasarkan laporan dari Katadata, ruangan yang menyimpan 995 senjata laras udara atau airsoft gun tersebut terletak di bagian dalam kompleks sekolah, dengan jarak sekitar 40 meter dari lokasi kegiatan siswa. “Kami tidak memiliki informasi mengenai keberadaan senjata tersebut, kecuali setelah ditemukan oleh pihak ,” ungkap Hermawanto saat konferensi pers di lokasi sekolah pada Jumat (7/8).

Hermawanto menjelaskan bahwa ruang yang kini dipenuhi senjata laras udara tersebut dulunya adalah ruang kelas. Ruangan ini beralih fungsi menjadi gudang akibat penurunan jumlah siswa baru. Rencananya, yayasan akan mengubah ruangan itu kembali menjadi taman penitipan anak. Penemuan 995 senjata laras udara terjadi pada bulan lalu, tepatnya pada Jumat (10/7) saat pengurus yayasan sedang merapikan gudang.

Sehari setelahnya, pengurus yayasan kembali menemukan senjata api dan dua jenis di bekas ruangan Ketua Yayasan Sekolah yang telah diberhentikan, Indra Wargadalem. Hermawanto menegaskan bahwa pengurus yayasan tidak memiliki akses ke ruangan gudang atau bekas ruangan Indra, karena sebagian kunci ruangan tersebut ada pada Indra.

Dia juga menyatakan bahwa meskipun ada beberapa guru yang bekerja sejak tahun 2011, saat Indra menjadi Pembina Yayasan, tidak ada yang mengetahui tentang keberadaan senjata tersebut. “Kami yakin hanya Indra yang mengetahui, karena kunci ruangan ada padanya,” tambahnya.

Mengenai dampak penemuan ini, Hermawanto menyampaikan bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tetap berlangsung tanpa gangguan meski ada pemeriksaan dari Kepolisian. Yayasan berharap aparat penegak hukum segera membersihkan sekolah dari senjata api yang ditemukan, karena dua ruangan yang menyimpan barang-barang berbahaya seperti narkoba dan senjata masih disegel oleh pihak berwajib.

“Kami telah meminta kepada pihak berwajib untuk segera melakukan sterilisasi agar tidak ada lagi barang berbahaya di sekolah,” katanya. Hermawanto juga mencatat adanya satu bangunan mencurigakan berupa bunker di dalam eks ruangan Indra. Struktur tersebut ditemukan oleh Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan saat menemui narkoba dan senjata api di bekas ruangan Indra bulan lalu.

Menurut Hermawanto, pihak kepolisian sudah memeriksa bunker tersebut pada Rabu (5/8) dan tidak menemukan barang mencurigakan lainnya di dalamnya. “Kami telah melakukan klarifikasi kepada semua yang terlibat dalam pemeriksaan polisi mengenai bunker, dan mereka melaporkan tidak ada temuan di dalamnya,” tutupnya.

Penemuan Senjata di Sekolah, Yayasan Klaim Jarak Aman

Kuasa hukum sekolah di , Hermawanto, mengungkapkan bahwa tidak ada guru yang mengetahui tentang keberadaan api di area sekolah. Hal ini disebabkan sebagian besar pengurus yayasan merupakan pegawai baru.

Berdasarkan laporan dari Katadata, ruangan yang menyimpan 995 senjata laras udara atau airsoft gun tersebut terletak di bagian dalam kompleks sekolah, dengan jarak sekitar 40 meter dari lokasi kegiatan siswa. “Kami tidak memiliki informasi mengenai keberadaan senjata tersebut, kecuali setelah ditemukan oleh pihak ,” ungkap Hermawanto saat konferensi pers di lokasi sekolah pada Jumat (7/8).

Hermawanto menjelaskan bahwa ruang yang kini dipenuhi senjata laras udara tersebut dulunya adalah ruang kelas. Ruangan ini beralih fungsi menjadi gudang akibat penurunan jumlah siswa baru. Rencananya, yayasan akan mengubah ruangan itu kembali menjadi taman penitipan anak. Penemuan 995 senjata laras udara terjadi pada bulan lalu, tepatnya pada Jumat (10/7) saat pengurus yayasan sedang merapikan gudang.

Sehari setelahnya, pengurus yayasan kembali menemukan senjata api dan dua jenis di bekas ruangan Ketua Yayasan Sekolah yang telah diberhentikan, Indra Wargadalem. Hermawanto menegaskan bahwa pengurus yayasan tidak memiliki akses ke ruangan gudang atau bekas ruangan Indra, karena sebagian kunci ruangan tersebut ada pada Indra.

Dia juga menyatakan bahwa meskipun ada beberapa guru yang bekerja sejak tahun 2011, saat Indra menjadi Pembina Yayasan, tidak ada yang mengetahui tentang keberadaan senjata tersebut. “Kami yakin hanya Indra yang mengetahui, karena kunci ruangan ada padanya,” tambahnya.

Mengenai dampak penemuan ini, Hermawanto menyampaikan bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah tetap berlangsung tanpa gangguan meski ada pemeriksaan dari Kepolisian. Yayasan berharap aparat penegak hukum segera membersihkan sekolah dari senjata api yang ditemukan, karena dua ruangan yang menyimpan barang-barang berbahaya seperti narkoba dan senjata masih disegel oleh pihak berwajib.

“Kami telah meminta kepada pihak berwajib untuk segera melakukan sterilisasi agar tidak ada lagi barang berbahaya di sekolah,” katanya. Hermawanto juga mencatat adanya satu bangunan mencurigakan berupa bunker di dalam eks ruangan Indra. Struktur tersebut ditemukan oleh Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan saat menemui narkoba dan senjata api di bekas ruangan Indra bulan lalu.

Menurut Hermawanto, pihak kepolisian sudah memeriksa bunker tersebut pada Rabu (5/8) dan tidak menemukan barang mencurigakan lainnya di dalamnya. “Kami telah melakukan klarifikasi kepada semua yang terlibat dalam pemeriksaan polisi mengenai bunker, dan mereka melaporkan tidak ada temuan di dalamnya,” tutupnya.